perasaan dalam kesibukan
perasaan adalah satu dari berbagai fenomena yang tertangkap oleh kesadaran. dari pertemuan keduanya, tumbuh berbagai fenomena lainnya saling silih berganti. karena begitu licin, dengan mudah seseorang dapat tenggelam dalam fenomena-fenomena tersebut.
digambarkan secara sederhana, berbagai hal itu timbul dari tiga sisi tendensi perasaan: yang pertama adalah kesesuaian dengan apa yang ‘diinginkan’; yang kedua adalah ketidaksesuaian dengan ‘keinginan’; dan ketiga adalah yang bukan dari keduanya atau netral.
untuk melihat sendiri semua itu, tanpa asumsi, perhatian perlu hadir pada berbagai kegiatan atau kesibukan yang dikerjakan dan terjadi di dalam keseharian. dengan ketekunan dalam perhatian, ia yang berlatih akan melihaat berbagai fenomena yang terhubung dengan perasaan seperti apa adanya. kesibukan dalam penilaian akan kesesuaian pun terlihat dan tak lagi licin.
karena itu, kegiatan di keseharian adalah jembatan yang baik bagi ia yang berlatih. kesibukan dalam fungsi dan peran bukanlah penghalang seperti yang banyak dikatakan itu. ini adalah kekeliruan yang berakar pada belum adanya pengetahuan yang luhur. perlu adanya ketekunan, kesabaran, serta semangat yang berkelanjutan.
berhubungan dengan ini seorang guru pernah berkata, ‘kebenaran yang luhur dalam kehidupan sehari-hari’.
– sen