kemarahan
kemarahan adalah hal yang tak terpisahkan dari dinamika interaksi dalam keseharian. kemarahan juga sangat mempengaruhi segala tindakan maupun perkataan setiap individu. karenanya, kemarahan dengan mudah terrefleksikan dalam peran, fungsi, dan hubungan antar individu dengan lingkungannya.
bila diperhatikan, kemarahan terlihat memiliki kemiripan dengan bara api. api yang tak terkendali dapat melebar dengan liar dan membakar tanpa batasan yang jelas–bahkan membakar yang selayaknya tak perlu terbakar. namun api yang terkendali–seperti api lilin misalnya–dapat digunakan sebagai penerang dalam kegelapan. karena itu, perhatian akan api tersebut teramat penting agar dapat bermanfaat.
tentu, ia yang bijak tidak akan meletakkan lilin dengan api yang menyala di tempat-tempat berbahaya tanpa perhatian. begitu pula hendaknya, ia yang berlatih mengiringi kemarahan yang timbul dengan perhatian.
seorang guru pernah berkata singkat, ‘tidak menilai, tidak mengadili’.
– sen