kejujuran yang diam
untuk dapat melihat segala sesuatu seperti apa adanya, ia berdiam di dalam kejujuran. karena hanya di dalam kejujuran, ia dapat melihat segalanya dengan sederhana.
ia diam di dalam kejujuran tanpa membenarkan maupun menyalahkan. menilai dan menghakimi adalah kesibukan yang berbahaya baginya. melihat segala sesuatu dalam kejujuran adalah perjalanannya.
bila muncul penilaian bahwa sesuatu itu baik, dengan kejujuran ia melihatnya, tanpa melebih-lebihkan. demikian pula, bila muncul penilaian bahwa sesuatu itu tidak baik, ia pun melihatnya dalam kejujuran, tanpa pembenaran. ia tak larut di dalam keduanya, terus berjalan di dalam kejujuran.
melalui kejujuran ia belajar diam. bukan dalam tindakan dan kata-kata, namun dalam perhatian.
– sen