penalaran awal dari perjalanan meditasi
berbagai hal dalam kehidupan mendorong manusia untuk terus mengembangkan nalarnya agar dapat menghadapi berbagai tantangan dan berperan. nalar memungkinkan seseorang untuk memahami interaksi dan komunikasi dari berbagai hal di sekelilingnya.
nalar dapat menjadi langkah awal memulai perjalanan dalam meditasi. nalar memungkinkan seseorang untuk mempunyai sebuah gagasan untuk memahami kehidupan. pertanyaan sederhana seperti ‘mengapa saya lahir?’ atau mungkin ‘untuk apa kehidupan ini?’, atau ‘kenapa saya menderita terus?’, ‘kenapa ia terus menderita?’ atau berbagai variasi-variasi lain tak lagi takut ditanyakannya.
akan tetapi, seseorang yang terus mengedepankan nalarnya tak lepas dari kesibukan membuat kesimpulan sebagai mahluk intelek. pada saat itu, kecerdasan melemah. dalam meditasi penalaran berujung pada pengertian, titik, tidak dapat lebih dari itu. dan ingatlah bahwa kecerdasan penalaran selayaknya hanyalah awal perjalanan, dan pemahaman tidak pernah ada di sana.
karena itu, kerendah-hatian adalah sesuatu yang bermanfaat agar dapat memahami dinamika penalaran yang berdasarkan intelektualitas ini.
sewaktu seorang murid dengan gagah menceritakan kesimpulannya kepada sang guru, sang guru berkata singkat, ‘itu adalah urusan para pemikir!’ sang murid berlalu dengan senyuman dalam kesunyian.
– sen